PT Sumber Food Ingredient Indonesia (SFI) was established in 2009. Our office is currently located in North Jakarta, the capital city of Indonesia. We started our business in flavors and fragrances. In 2010, we further expanded our core business into food ingredients. Within a short period of time our company has grown and we are currently a
Search Cj Indonesia. Dengan membuat akun Anda akan dapat mengikuti teman dan para ahli yang Anda percayai dan melihat teman yang mereka rekomendasikan Raya Brantas Km "CJ adalah investor yang loyal di Indonesia Selain itu, PT CJ Indonesia juga akan mulai mengembangkan produk baru ramah lingkungan yaitu Total investasi bisnis PT CJ Indonesia mencapai US$ 1,6 miliar dengan total 15 The country
Perusahaanyang terbaik & terpecaya di bidang distribusi Frozen Foods, Chilled Foods, Dry foods, Pastry, Coffee, Tea, & Beverages.Beroperasi di Indonesia dan akan menjadi satu satunya perusahaan yang memiliki nilai yang tinggi dalam membangun budaya dan sumber daya manusia dalam perusahaan serta sistem, struktur dan strategi yang terus berinovasi demi memenuhi seluruh kebutuhan dan pelayanan
PTUsaha Tangguh Mandiri - Perusahaan Distribusi Food Ingredients di Bandung . Membuka lowongan pekerjaan Kolektor. . . Hanya yang memenuhi kualifikasi yang akan diseleksi. . . Kirim CV dan lamaran ke : utm.rekrutment@ . #bandung #lokerbdg #loker #infobandung #infobdg #lokerbandung #lowongankerjabandung #infolokerbdg #karirbdg #bandungjuara #lokerindonesia #bdgjobs #lokernas #
PT Indofood Sukses Makmur Tbk adalah perusahaan yang memproduksi sekaligus produsen berbagai jenis makanan serta minuman yang berpusat di jakarta, sudono salim merupakan pendiri perusahaan ini di tahun 1990 .. awalnya perusahaan ini bernama PT. Panganjaya Intikusuma kemudian di tahun 1994 berubah namanya menjadi PT Indofood Sukses Makmur.seluruh produk perusahan yang di produksi oleh
Baca Sebagai bagian dari Danone Early Life Nutrition, penelitian dan pengembangan kami didasari oleh ilmu pengetahuan berkelas dunia serta didukung oleh para ilmuwan yang tersebar di pusat-pusat penelitian Nutricia di Singapura dan Belanda. Baca. Nutricia berdedikasi untuk meningkatkan kualitas generasi masa kini dan masa yang akan datang. Baca.
3fYyzjw. Bisnis makanan-minuman yang menggeliat di Indonesia rupanya juga menjadi pasar empuk bagi berbagai industri pendukungnya. Di balik pesatnya pertumbuhan perusahaan besar bidang FMCG makanan dan minuman, pelaku bisnis B2B yang menopang perkembangan industri ini juga menggeliat. Termasuk, PT Foodex Inti Ingredients, yang bisnisnya memasok berbagai jenis food ingredient dan bumbu untuk kebutuhan pabrik-pabrik makanan. Didirikan pada 1995 oleh keluarga Jenny Kartika Rusli, saat ini Foodex termasuk pemain utama di bisnisnya. Bahkan, produknya juga sudah diekspor ke negara-negara Timur Tengah, Afrika, China, Malaysia, Singapura, dan Australia, juga akan merambah India, Vietnam, dan Filipina. “Pertumbuhan bisnis kami cukup bagus karena semua orang perlu makan. Per tahun tumbuh double digit,” ungkap Jenny, Direktur Pengembangan Bisnis Foodex yang juga putri pemilik perusahaan. Dia menjelaskan, sebagai pemain B2B, perusahaannya terus berevolusi mengikuti permintaan pasar. Dulu ketika didirikan, baru sebatas memasok kebutuhan produk food seasoning bumbu-bumbuan, tetapi sekarang rentang produk yang disediakan makin beragam. Ada savory seasoning, sweet seasoning, functional ingredient, flavor ingredient, spicies, produk ready to eat meal seperti bubur siap makan, lauk siap makan, meat extract -dari bahan dasar daging, dan berbagai ragam lainnya. “Food ingredient yang kami cover cukup banyak,” kata Jenny tandas. Jenny menjelaskan, bisnis Foodex berbasis B2B sehingga program pemasarannya juga menempuh cara khusus. “Kami banyak melakukan trade show seperti food exhibition. Di Indonesia kami ikut Food Ingredients Asia Expo yang diadakan dua tahun sekali. Kami juga ikuti trade show di luar negeri seperti di China dan banyak melakukan presentasi di kedutaan-kedutaan untuk mengenalkan produk Foodex,” Jenny memaparkan strateginya. Dalam mencari pelanggan baru, biasanya dia mencari perusahaan yang berpotensi menjadi pelanggan dan kemudian mencari tahu siapa yang menjadi key person-nya. “Setelah itu, kami presentasi mengenai Foodex kepada mereka. Yang paling penting dalam bisnis B2B ialah menjaga trust. Produk kami harus menjawab kebutuhan setiap pelanggan dan reliable dalam menyediakan servis,” tutur Jenny. Setelah menjadi klien, pihaknya selalu menjaga keintiman yang baik dengan pelanggan. Dalam memasarkan produknya, Foodex mengusung keunggulan rasa lokal, misalnya memproduksi sambal seperti sambal cabai hijau dan sambel korek. “Kami expert di bidang rasa lokal ini. Namun, untuk rasa internasional juga tetap memproduksi sesuai tren anak muda. Dua-duanya kami jalankan,” katanya. Pihaknya juga berusaha terus melakukan inovasi. “Karena kami bergelut di bidang makanan, rasa harus ada inovasi. Contohnya, sekarang banyak influence makanan dari luar negeri seperti dari Korea dan Jepang. Kami juga tangkap hal tersebut,” tambahnya. Tak lupa, pihaknya juga berusaha agile, bergerak lebih cepat dalam menjawab tantangan pelanggan. Kini pelanggan Foodex amat beragam, mulai dari industri bakmi instan sampai produsen kudapan dan resto. Menurut Jenny, perusahaannya kini merupakan satu di antara tiga pemain besar di bisnis food ingredients di Indonesia. “Target kami ke depan ingin menjadi pemain yang dikenal secara nasional dan ingin go international. Kami juga sudah melakukan ekspor, terutama di halal country seperti di Middle East, Asia Tenggara, dan negara-negara Afrika,” katanya. Dari sisi kemampuan produksi, perusahaan yang mempekerjakan ratusan orang ini juga sudah punya fasilitas modern di kawasan industri Delta Sillicon, Cikarang. Pemerhati bisnis dari Direxion Consulting, Jahja B. Soenarjo, melihat langkah Foodex masuk ke bisnis food ingredients sangat tepat karena bisnis makanan memang terus tumbuh baik. “Otomatis pemain B2B yang bermain pada mata rantai industri food juga menikmati gurihnya pasar. Strateginya sudah cukup aktif. Cuma perlu ditambah inovasi karena situasi pasar makanan terus berkembang. Segmen pasar milenial berani mendobrak pasar, Foodex mesti mengikuti tren ini dengan seksama,” demikian pesan Jahja. Selain itu, perlu juga meningkatkan pasar ekspor dengan membangun banyak mitra di pasar luar negeri. “Untuk domestik, mungkin Foodex juga bisa menggandeng mitra-mitra waralaba kuliner yang terpilih dan bereputasi untuk menjadi mitra co-branding yang dapat lebih mengangkat merek Foodex,” Jahja menyarankan. * Sudarmadi & Chandra Maulana Riset Armiadi M
403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID JmTqEanTD0GmrKUrAol_LmPIRRQ_BfvoRLwB94l0ZpSgkI_vHsPvcw==
403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID QY69NCYfjH3Fd4WrvVqC7vdCWPa2L73efp8xJXdKgM3YiGfymBUkdg==
Profil Perusahaan PT. Sumber Food Ingredient Indonesia SFI was established in 2009. Our office is currently located in North Jakarta, the capital city of Indonesia. We started our business in flavors and fragrances. In 2010, we further expanded our core business into food ingredients. Within a short period of time our company has grown and we are currently a leading company in food ingredients with principals from all over Asia and Europe. We provide Boosters Cacao powder Caramel Chocolate drink powder Coffee Creamers Extracts Fat powder Foam creamer Fruits Meat binder Modified Tapioca Starch Nut powder Premix Preservatives Products for vending machine Seasoning Soy Protein Sugar alcohol Sweetener Topping bases Vegetable-protein Hydrocolloid Malt Extract Flavor Enhancer Natural Color
USD project aims to support 6,500 smallholders in Indonesia to sustainably boost yields The United States Agency for International Development USAID has launched a new project to promote sustainable cocoa and coffee production in Indonesia with The Hershey Company, Rikolto, the Indonesian government, and PT. Olam Indonesia - part of olam food ingredients ofi - a global leader in food and beverage ingredients. From heavy rains and rising temperatures, climate change is one of the biggest threats to the future of coffee and chocolate. In Indonesia, many smallholders who grow these crops struggle to access the proper support to adapt to the conditions and protect their livelihoods. The Landscape Approach to Sustainable and Climate Change Resilient Cocoa and Coffee Agroforestry LASCARCOCO project is a joint investment from the partners of that will aim to assist 6,500 cocoa and coffee farmers in increasing their yields by 25% while conserving 14,000 hectares of the watershed and riparian buffers by 2025. It is one of six existing projects and USD50 million of investment that USAID, ofi, and other partners are jointly implementing to help farmers be responsible stewards of their environment. To achieve its aims, the LASCARCOCO project will work towards Improving sustainable livelihoods through training on Good Agricultural Practices and climate-smart agroforestry, where cocoa and coffee are grown alongside other income-generating climate-friendly landscape management to enhance smallholders' and local communities' awareness, capacity, and involvement in climate change transparent and traceable supply chains with all farmers registered on ofi's OFIS app, providing complete visibility of the environmental and social credentials of the cocoa and coffee from the an evidence-based blueprint for scaling up agroforestry techniques. Ravi Pokhriyal, President, and Regional Head – Asia, at ofi, said "Smallholders are on the frontlines of the climate crisis. Without the right resources and inputs, they can't grow enough to earn a living, and the world could face a shortage of the coffee and chocolate we all love.” He continued, “This new partnership demonstrates how the private and public sectors can unite to address these dual challenges. And it’s an example of how ofi is living its purpose to Be the Change for Good Food and a Healthy Future under its Cocoa Compass and Coffee Lens sustainability strategies. For nearly two decades, we’ve collaborated with our customers and partners to deliver positive impact across the value chain in Indonesia, from supporting over 80,000 cocoa and coffee farmers in our programs to co-creating on-trend products consumers in APAC will love from our processing facility in Indonesia and Singapore Customer Solutions Center. And now, we’re excited to bring our presence on the ground, end-to-end expertise, and digital tools to the LASCARCOCO project.” “USAID supports Indonesia’s efforts to balance economic growth and conservation,” said USAID Indonesia Mission Director Jeff Cohen. “This new partnership will encourage cocoa and coffee farmers to adopt sustainable agroforestry practices that increase forest cover and diversify their crops, strengthening their ability to adapt to climate shocks.” Discover much more about what ofi has to offer at
perusahaan food ingredients di indonesia