KISAHKAROMAH AL-HABIB MUNDZIR BIN FUAD AL-MUSAWA SAW!, maka hb Munzir diam lalu ketika ALhabib Umar bin Hafidh datang maka segera alhabib Abdulqadir almasyhur berkata : wahai umar, inilah Maula Jawa (Tuan Penguasa Pulau Jawa), maka Alhabib Umar bin Hafidh hanya senyam senyum.. (kalo ga percaya boleh tanya pada alumni pertama DM)
Kisahkisah karomah Habib Munzir al-musawwa. demikian pula ketika beliau masuk ke wilayah Beji Depok, yg terkenal dg sihir dan dukun dukun jahatnya., maka selesai acara hb munzir malam itu, keesokan harinya seorang dukun mendatangi panitya, ia berkata : saya ingin jumpa dg tuan guru yg semalam buat maulid disini..!, semua masyarakat kaget, karena dia dukun jahat dan tak pernah shalat dan tak
makaberkata orang itu, sungguh habib yg satu ini adalah syeikh Futuh ku, dia membuka hijabku tanpa ia mengenalku, dia benar benar dicintai oleh Rasul saw, kabar itu disampaikan pada hb munzir, dan beliau hanya menunduk malu.. beliau itu masyhur dalam dakwah syariah, namun mastur (menyembunyikan diri) dalam keluasan haqiqah dan makrifahnya. .
KisahNyata Mengharukan Perjalanan Hidup Habib Munzir di Tulis dan di Ceritakan alngsung oleh Habib Munzir di forum diskusi MR link nya .Karomah Majlis Rasul
Ceritadari jamaah Majelis Rasulullah tentang Karomah Habib Munzir Al Musawwa Ketika ada orang yg iseng bertanya padanya : wahai habib, bukankah Rasul saw juga punya rumah walau sederhana??, beliau tertegun dan menangis, beliau berkata : iya betul, tapikan Rasul saw juga tidak beli tanah, beliau diberi tanah oleh kaum anshar, lalu bersama sama membangun rumah.., saya takut dipertanyakan Allah
Kirakira 3 minggu yang lalu saat majelis malam selasa di Masjid Raya Almunawar seperti biasa hamba tugas mengelilingi Box Penggalangan Dana Nisa untuk acara Kedatangan Guru mulia, yang sering sekali jadi bahan ejekan jamaah "mpo jualan krupuknya sudah habis " hanya bisa tersenyum dihati dan tetap bersemangat..
MuqG5. Karomah Habib Mundzir Al Musawa, Berdoa Minta Hujan Berhenti Pernah dalam suatu perjalanan dakwah saya mendampingi Habibana Munzir bin Fuad Al-Musawa di Singapura. Ketika itu turun hujan dan kami hendak menuju suatu masjid di seberang jalan, Habibana Mundzir saat itu memandang wajahnya ke langit seraya berdoa “wahai hujan, tolong berhenti sebentar, saya ingin ke masjid itu”. Seketika juga hujan berhenti saat itu. Sungguh hal itu sangat mudah buat Allah SWT, doa mereka para kekasihNya Allah senantiasa dikabulkan olehNya karena getaran getaran hati mereka menggerakkan pintu pengkabulan. “Saya ingin para jamaah ku mencintai sosok Rasulullah saw, bukan seorang Munzir”, salah satu ucapan beliau kepada ustad Muhammad Qolby. Sungguh kami mencintai beliau karena kecintaan kami kepada Rasulullah saw. Wallahu a’lam Bishowab Allahuma sholii alaa sayyidina muhammad wa alaa aalihi wa shohbihi wa bariik wa salim 2 Juli 2018 Penulis Muhammad Qolby ___________________ Semoga artikel Karomah Habib Mundzir Al Musawa, Berdoa Minta Hujan Berhenti ini memberikan manfaat dan barokah untuk kita semua, amiin.. BONUS ARTIKEL TAMBAHAN Karomah Habib Ali Kwitang, Terlalu Dahsyat untuk Dilogikakan. Suatu ketika tatkala al-Habib Ali bin Abdurrahman al-Habsyi Kwitang sedang mengajar di rumahnya di hadapan muridnya yang cukup banyak, beliau mendengar suara ibunda tercinta, Nyai Salmah “Li… Ali… Li…”, begitu panggil sang ibu. Lalu Habib Ali, waktu itu telah berumur lebih dari 60 tahun, langsung saja permisi kepada semua muridnya “Saya minta ridhanya untuk menemui ibu saya terlebih dahulu.” Habib Ali pun menemui ibunya. Ternyata sang ibu minta diantarkan ke kamar mandi. Bergegaslah Habib Ali menggendong sang bunda pergi ke kamar mandi. Bukan itu saja, Habib Ali lah yang langsung membersihkan dan menyuci pakaian sang ibu. Meski ada istri tapi Habib Ali tidak mengizinkannya, karena demi bakti beliau terhadap sang ibu. Padahal waktu itu Habib Ali telah dikenal sebagai ulama yang terpandang di tanah Betawi, tetapi beliau bila dipanggil sang ibu tanpa pikir panjang langsung memenuhi panggilan itu. Ada suatu peristiwa dimana Habib Muhammad, putra Habib Ali, masih kecil sementara Habib Ali sedang dalam rihlah dakwahnya di Negeri Singapura. Dan sang ibu, Nyai Salmah, bertanya pada menantunya yaitu istri Habib Ali “Mana Ali, putraku?” Dijawab oleh istri Habib Ali “Sedang dakwah di Singapura, Umi.” Dengan spontan sang ibu memerintahkan pada menantunya itu “Cepat kirim telegram, bilang padanya ibu memanggilnya untuk pulang!” Langsung dikirimlah telegram itu kepada Habib Ali yang sedang berdakwah di Singapura. Sesampainya telegram itu pada Habib Ali, langsung beliau baca. Setelah dibaca, tanpa basa-basi Habib Ali pun permisi pamit untuk pulang karena sang ibu yang memanggilnya. Begitulah tanda bakti seorang ulama besar, orang terpandang, panutan umat, al-Habib Ali bin Abdurrahman al-Habsyi terhadap sang bunda tercinta. Penulis Sya’roni As-Samfuriy. *Sumber kisah Ustadz Antoe Djibrel, Khadim Majelis Ta’lim Kwitang dari Almarhum al-Habib Muhammad bin Ali al-Habsyi. _____________________ Semoga artikel Karomah Habib Ali Kwitang, Terlalu Dahsyat untuk Dilogikakan ini memberikan manfaat dan barokah untuk kita semua, amiin.. simak artikel terkait di sini simak video terkait di sini Pos terkaitKaromah Foto Mbah Maimoen Zubair Dirasakan Langsung Santri MaduraKisah Unik Kiai Wahab Hasbullah dan Kiai Bisri Syansuri Saat Bahtsul MasailRahasia Ilmunya Syaikhona Kholil Mengalir Pada Mbah Manab Lirboyo
kisah karomah habib munzir